Selasa, 23 Februari 2010
Perumpamaan Tentang Rumah yang Penuh Makanan
Banyak yang pengen ditulis... tapi lupa.
Jadi yang diinget aja dulu deh, yaitu perumpamaan yang baru saya dapat pas minum teh hangat kesukaan saya.
Sebelum minum teh hangat, saya minum segelas kopi dingin. Karena kedinginan, saya langsung tuang teh ke dalam cangkir Mickey Mouse saya.
Nah, pas itulah saya sadar,"waaw..rumahku berlimpah snack, minuman, makanan..tapi kok aku gak gendut-gendut?" (aku kurus loh..)
Hmm...saat itulah saya sadar. Begitu juga akan anak-anak Tuhan yang gak menyadari kasih Tuhan berkelimpahan di dalam hidupnya.
Sebenarnya setiap lapar, saya tinggal pilih mau makan kue apa, minum teh apa (I love tea!), saya tinggal kenyang-kenyangin deh. Gak pake repot!
Begitu pula waktu saya lapar akan kasih Tuhan. Saya tinggal pilih, mau menyelami kasih Tuhan dengan cara apa. Doa kah? dengar lagu rohani? nyanyi? baca blog rohani? atauuuu BACA ALKITAB... dan masih banyak pilihan lain.
Saya tinggal puas-puasin deh menikmati semua kasih-Nya. Yipppieee!!!
Tapi, sama seperti saya yang gak sadar-sadar bahwa rumah saya berlimpah makanan sehingga saya terus-terusan jajan, banyak diantara anak-anak Tuhan yang gak sadar bahwa di dalam Tuhan berlimpah kasih setia...
Jadi ya pada akhirnya, jiwa anak-anak Tuhan yang gak sadar itu bernasib kayak badan saya ini. Kurus..tak berisi, gara-gara kebanyakan "jajan". Cari-cari "makanan" di luar Tuhan.
Come on...kurus secara badaniah aja gak enak (sering dikatain kurus, dll), apalagi kurus secara rohani???
Happy eating and enjoying God's love! He loves you!! :D
Kamis, 21 Januari 2010
Perumpamaan Tentang Galon
Waktu mau ambil air di dispenser tadi pagi, saya lihat ada perbedaan antara galon air di depan saya dengan galon di sampingnya. Galon di samping lebih bersinar, dan rasanya kok lebih segar y kalo minum air yang itu??
Saya jadi inget juga, kejadian waktu beli aksesoris (yang murah-murah di mangga dua), saya lihat di tempat belinya kok perhiasan ini lebih blink-blink, lebih berkilau, lebih menggoda untuk saya beli. Waktu dibawa pulang kok ya redup??
Saya pikir-pikir lagi, ada dua perbedaan antara galon yang lebih bersinar dengan yang keliatan butek, antara aksesoris yang blink-blink ketika di toko dengan yang keliatan redup. Perbedaannya adalah, yang lebih bersinar itu terkena cahaya yang sangat terang, sedangkan yang kelihatan redup kurang terkena cahaya. (gitu kata kakak saya, waktu liat saya cemberut karena aksesoris saya gak blink-blink setelah dibeli)
Hmm…saya jadi membayangkan, perbedaan antara orang yang disinari cahaya wajah Kristus sama yang kurang disinari. Biasanya yang lebih membuat orang tertarik adalah yang pertama, yang disinari cahaya wajah-Nya.
Loh kok, sok tau amat?? Tau dari mana??
Ehem.ehem. Saya pernah mengalami sendiri kok.hehe
Jadi ketika saya dekat sekali dengan Tuhan, semua orang bilang “wah, kamu beda ya” trus mereka terpacu untuk dekat sama Dia. Tapi ketika saya jauh dari Tuhan? Gak ada yang minat tuh.
However, dalam hidup kita pasti mengalami pasang surut iman. Tapi ingat, Tuhan gak akan membiarkan kita jatuh tergeletak.
Saya mau membagikan sesuatu nih..sebuah tulisan yang baruuu aja semalam saya tulis waktu lagi kengen-kangenan sama Tuhan. (uhuiii.suit.suit.) hehe. Ini terinspirasi dari injil Matius yang banyak menulis soal perumpamaan yang diberikan Yesus.
Here we go.
Aku ingin menjadi gandum di antara lalang,
yang bergoyang memuji-Mu di saat hembusan angin…
Aku ingin menjadi ragi di dalam tepung,
yang menyatu untuk mengkhamirkan orang-orang yang membutuhkan-Mu…
Aku ingin menjadi ikan yang baik,
yang Kau pilih untuk Kau pakai dan Kau angkat pada waktunya…
Aku ingin menjadi kesayangan-Mu,
bersama-Mu siang dan malamku, seumur hidupku…
Jujur ni ya, jujur. Saya gak tau arti khamir! Tapi saya coba pikir-pikir…..mungkin artinya “mengembang”?
Happy wondering, God with you! :D











